WASHINGTON – Warga Amerika Serikat (AS) berduka cita pada Minggu kemarin dalam sebuah acara peringatan 10 tahun tragedi 9/11 di Kota New York. Presiden AS Barack Obama dan mantan Presiden AS George W. Bush juga hadir dalam peringatan ini.

Para keluarga korban tragedi 9/11 berkumpul di Ground Zero. Di tempat itulah pesawat menabrak dua menara gedung World Trade Center (WTC). Nama dari 2.753 korban pun disebutkan satu persatu pada peringatan tersebut.

Pembacaan nama-nama korban tragedi 9/11 dilakukan selama hampir lima jam. Pada pukul 08.46, warga AS mengheningkan cipta. Waktu tersebut adalah waktu di mana pesawat terbang menabrak dua menara kembar WTC. Demikian seperti dikutip Daily Mail, Senin (12/9/2011).

Para anggota keluarga korban menangis ketika nama-nama korban mulai disebutkan satu persatu dalam peringatan tersebut. Beberapa orang di antara mereka menggunakan kaos bergambar wajah putranya sendiri yang tewas dalam insiden 9/11. Kaos tersebut bertulisan, “Rob, kami mencintaimu, kami selalu bersamamu dari waktu ke waktu, kami tidak akan pernah lupa.”

Setelah berpidato di Ground Zero, Presiden Obama mengunjungi Pentagon, ditemani oleh istrinya, Michell. Presiden Obama tampak beridiri di balik kaca anti peluru saat dirinya berpidato.

Peringatan ini juga dihadiri oleh sejumlah aktor dan penyanyi dari komunitas Broadway.

Keamanan di Kota New York tampak ditingkatkan seiring dengan munculnya ancaman akan serangan yang dilakukan Al Qaeda pada peringatan 10 tahun tragedi 9/11.
Kabar akan munculnya ancaman didapat oleh intelijen AS yang melakukan penyeragapan terhadap Pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden di Abbottabad Pakistan.

Meski Osama sudah tewas, Al Qaeda masih aktif dan mereka pun bersumpah untuk melancarkan pembalasannya terhadap AS. AS sebelumnya juga sudah menyatakan, akan memperlakukan Pemimpin Al Qaeda yang baru Ayman Al Zawahiri seperti Osama, yakni, memburu dan membunuhnya.(rhs)